Dramaga, Jurnaliswarga.id – Wakil Menteri (Wamen) Lingkungan Hidup, Diaz Faisal Malik Hendropriyono, mengunjungi Desa Cikarawang, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Rabu, 22 Januari 2025.
Kunjungan ini bertujuan untuk bertemu dengan kelompok Tani Setia. Wamen Diaz didampingi oleh Camat Dramaga, Atep S. Sumaryo, Danramil 2113/Ciomas, Mayor CKE (K) Zurnalita, Kapolsek Dramaga, AKP Hartanto Rahim, serta Kepala Desa Cikarawang, Sapturi Wijaya, beserta jajaran.
Dalam acara tersebut, Wamen Diaz memberikan sambutan dan arahan kepada kelompok Tani Setia. Selanjutnya, beliau mengunjungi mesin pencacah singkong serta ruang penjemuran tepung tapioka dan mocaf. Pada kesempatan itu, Wamen Diaz meresmikan ruang penjemuran tersebut dengan prosesi pengguntingan pita, didampingi sejumlah pejabat terkait.
Pemberdayaan Petani oleh Greenhope
Wamen Diaz menjelaskan bahwa kunjungannya bertujuan untuk melihat secara langsung bagaimana perusahaan Greenhope memberdayakan para petani di Desa Cikarawang. “Kami menyampaikan terima kasih kepada Greenhope yang telah membina 130 petani. Hasil produksi mereka digunakan untuk menghasilkan plastik biodegradable, dan kami sangat mendukung penuh produk-produk biodegradable,” ujarnya.
Greenhope merupakan perusahaan yang mengembangkan teknologi ramah lingkungan di bidang bioplastik. Produk-produk inovatifnya dirancang untuk mengurangi dampak negatif plastik terhadap lingkungan. Berikut adalah beberapa produk unggulan Greenhope:
1. Oxium
Teknologi aditif plastik yang membuat plastik konvensional lebih cepat terurai (biodegradable) saat terkena oksigen dan mikroorganisme. Produk ini cocok untuk kantong plastik, kemasan, dan produk sekali pakai lainnya.
2. Ecoplas
Bioplastik berbahan dasar singkong yang sepenuhnya dapat terurai secara alami. Cocok digunakan untuk kantong belanja, kemasan makanan, dan produk ramah lingkungan lainnya.
3. Greenshield
Pelapis ramah lingkungan untuk kertas atau karton yang memberikan sifat tahan air dan minyak. Produk ini menjadi alternatif pelapis plastik berbahan bakar fosil.
Produk-produk Greenhope mendukung inisiatif keberlanjutan dengan memanfaatkan bahan alami dan teknologi inovatif untuk mengurangi limbah plastik serta emisi karbon.
Dalam kesempatan itu, Wamen Diaz juga berbagi pengalamannya terkait aksi bersih-bersih sampah di Pantai Kedonganan, Kuta, Bali. Beliau menyebutkan bahwa setiap hari, sampah plastik terus berdatangan dari pulau-pulau sekitar. “Saat itu, kami berhasil mengumpulkan 77 ton sampah plastik. Saya sendiri membawa 10 karung sampah plastik. Jumlahnya luar biasa banyak,” ungkapnya.
Dia menambahkan bahwa kondisi Pantai Kedonganan saat itu sangat memprihatinkan karena menyerupai tempat pembuangan akhir (TPA). Untuk mengatasi permasalahan ini, Kementerian Lingkungan Hidup bekerja sama dengan kementerian lain, termasuk Kementerian Pariwisata, guna memastikan Indonesia bersih dari sampah. “Tujuan kolaborasi ini bukan hanya menciptakan lingkungan yang sehat dan bersih, tetapi juga mendukung kemajuan sektor pariwisata,” tegas Wamen Diaz.
( Ade S)
