Opini Editorial: Ironi “Balapan” Harta di Tengah Prahara Kabupaten Bogor 2026

Bogor, Jurnaliswarga.id – Opini Editorial : Ironi Kabupaten Bogor kembali menjadi panggung kontradiksi yang menyakitkan mata. Di satu sisi, daerah ini masih terseok-seok menyelesaikan rapor merah masalah infrastruktur, sengketa lahan yang tak berujung, hingga kualitas layanan publik yang sering dikeluhkan. Namun di sisi lain, jika kita mengintip Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), kita akan menemukan pemandangan yang kontras: grafik kekayaan sejumlah pejabat terasnya justru melesat naik seolah sedang berada di lintasan balapan.

Peningkatan pundi-pundi kekayaan ini memicu pertanyaan besar bagi publik: di tengah situasi daerah yang sedang “sakit”, bagaimana mungkin para nahkodanya justru makin makmur?

Transparansi yang Sekadar Formalitas
LHKPN seharusnya menjadi instrumen kontrol dan deteksi dini terhadap potensi tindak pidana korupsi. Sayangnya, di lingkungan Pemkab Bogor, pelaporan kekayaan ini seolah-olah hanya dianggap sebagai penggugur kewajiban administratif. Publik jarang diberikan penjelasan yang masuk akal mengenai asal-usul lonjakan harta yang signifikan dalam waktu singkat.

Baca Juga:  Dedie Rachim Instruksikan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan 2026

Opini Editorial: Ironi "Balapan" Harta di Tengah Prahara Kabupaten Bogor 2026Ketertutupan ini kian diperparah dengan sikap anti-kritik yang kerap ditunjukkan oleh pemangku kebijakan. Ketika media atau aktivis mempertanyakan kewajaran aset tersebut, jawaban yang muncul seringkali bersifat defensif atau berlindung di balik retorika “warisan” dan “hasil usaha sampingan”. Transparansi tanpa akuntabilitas hanyalah fatamorgana.

Krisis Empati dan Atensi Nasional
Sudah saatnya mata nasional, termasuk KPK dan instansi pengawas pusat, memberikan atensi khusus ke Bumi Tegar Beriman. Rekam jejak sejarah kepemimpinan di Kabupaten Bogor yang berkali-kali terjerat kasus hukum seharusnya menjadi pelajaran mahal. Kita tidak boleh membiarkan pola yang sama terulang: pejabat yang sibuk memperkaya diri sementara rakyatnya berjuang melewati jalan rusak dan birokrasi yang berbelit.

Kekayaan pejabat yang “balapan” di atas penderitaan rakyat adalah bentuk pengkhianatan terhadap mandat publik. Jika tidak ada audit investigatif yang serius dan keterbukaan yang nyata, maka LHKPN hanya akan menjadi daftar angka mati yang tidak memiliki makna moral bagi perbaikan daerah.

Baca Juga:  Program Mba Maya PNM Mekaar Cabang Bogor, Di Sambut Hangat Warga Kecamatan Ciomas 2023

Perbandingan Kontras: Jalur Tambang vs. Garasi Pejabat.

Logika Kritiknya: Bagaimana mungkin seorang pelayan publik melaporkan kenaikan harta hingga miliaran rupiah per tahun, sementara di saat yang sama, anggaran daerah seringkali diklaim “terbatas” untuk bantuan sosial atau perbaikan sekolah roboh? Ini bukan sekadar masalah angka, tapi masalah empati etis.

Fenomena “Gaya Hidup” dan Alergi Kritik.

Logika Kritiknya: Seringkali ketika warga memviralkan kerusakan jalan atau buruknya layanan, respons yang muncul adalah pembelaan diri atau bahkan upaya pembungkaman digital, bukannya audit internal terhadap kekayaan pejabat yang tidak wajar tersebut.

Kesimpulan
Kabupaten Bogor tidak butuh pejabat yang ahli dalam “balapan” aset. Rakyat butuh pemimpin yang kekayaannya sejalan dengan kemajuan taraf hidup warganya. Diamnya otoritas pengawas atas lonjakan harta yang tidak wajar ini sama saja dengan melegitimasi praktik-praktik yang merusak integritas bangsa.(Red/Nr)

penulis koordinator aliansi PANDAWA
(Pengawal hak warga dan pengawasan anggaran negara)

Trending Topic

Leave A Reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Top News

Bupati Bogor Jadikan Sensus Ekonomi Fondasi Pembangunan 2036

CIBINONG, JURNALISWARGA.ID — Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan Sensus Ekonomi 2026 harus menjadi fondasi penting dalam menentukan arah pembangunan Kabupaten Bogor hingga 2036. Pernyataan tersebut...

Jangan Panik! Ini yang Harus Dilakukan Saat Darurat Terjadi di Rumah, Healthy Talk RS Pertamina Prabumulih Bekali Istri Pekerja PT PDSI

Prabumulih, 30 Agustus 2026 — Situasi darurat di rumah dapat terjadi kapan saja dan membutuhkan respons yang cepat serta tepat. Pengetahuan dasar mengenai pertolongan...

Jangan Abaikan Napas Anak Saat Kabut Asap, Ini Pesan Dokter Spesialis Anak RS Pertamina Prabumulih

Prabumulih — Langit yang mulai diselimuti kabut asap mungkin terlihat seperti persoalan udara semata. Namun bagi tubuh, terutama saluran pernapasan anak, kualitas udara yang...

Tampil Beda, RS Pertamina Prabumulih Hadirkan Jadwal Dokter Poster Film

Prabumulih - Tidak semua orang datang ke rumah sakit dengan perasaan yang sama. ada yang datang membawa harapan untuk segera sembuh, ada yang menemani orang terkasih,...

Prof. Henry Soroti SEMA MA 3/2026 soal Praperadilan

JAKARTA, JURNALISWARGA.ID — Pakar hukum pidana Prof. Dr. Henry Yosodiningrat, S.H., M.H. menyoroti secara kritis Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) Nomor 3 Tahun 2026...

 

ARTIKEL TERKAIT