Pakar Hukum Dr. Seno mendukung Penerapan Keadilan Restoratif

 
Jurnaliswarga.id, JAKARTA-Pakar hukum pidana mengatakan langkah progresif Jaksa Agung ST Burhanuddin menerbitkan Pedoman Nomor 18 Tahun 2021 untuk penyelesaian perkara penyalahgunaan narkotika perlu dukungan masyarakat dan penegak hukum lainnya.

Guru Besar Hukum Pidana Universitas Hasanuddin Makassar Porf. Dr. Muhadar SH MH mengatakan data statistik kriminal di beberapa kota besar di Indonesia menunjukkan perkembangan kejahatan, khususnya napi terpidana narkotika, menempati ranking tertinggi dibandingkan dengan tindak pidana lainnya.

“Karena itu, Jaksa Agung sangat beralasan jika khusus kasus-kasus tindak pidana penyalagunaan narkotika penyelesaiannya dilakukan dengan pendekatan restorative justice,” katanya, Rabu (10/11/2021).

Prof. Muhadar mengatakan Jaksa Agung Burhanuddin menepati janjinya saat menyampaikan pidato pengukuhan Guru Besar Kehormatan di Universitas Jenderal Soedirman beberapa waktu lalu, yaitu akan menerapkan keadilan restoratif dalam perkara pidana tertentu.

“Pedoman Nomor 28 Tahun 2021 merupakan langkah konkret yang dilakukan Jaksa Agung dalam penerapan keadilan restoratif. Dalam hal ini sasarannya adalah penyelesaian perkara tindak pidana penyalahgunaan narkotika,” ujarnya.

Baca Juga:  Presiden Joko Widodo Bertolak ke Jawa Barat untuk Kunjungan Kerja

Menurut dia, penerapan keadilan restoratif terhadap korban penyalahgunaan narkotika dapat mengurangi biaya negara dan penghuni lapas yang sudah melebihi kapasitas.

“Langkah Jaksa Agung tepat. Kasus narkotika yang diselesaikan secara restorative justice atau direhabilitasi adalah tindak pidana yang kualifikasinya pengguna atau pemakai. Sedangkan untuk pengedar dan lain-lain tetap diproses melalui peradilan pidana,” kata Prof. Muhadar.

Pakar hukum dari Universitas Bhayangkara Jakarta Raya Dr. Dwi Seno Wijanarko SH MH CPCLE cpa berpendapat senada. Dia menilai langkah Jaksa Agung menerapkan keadilan restoratif untuk kasus penyalahgunaan narkotika merupakan terobosan hukum yang progresif.

“Kebijakan Jaksa Agung ini perlu didukung oleh masyarakat dan penegak hukum lainnya, seperti Polri, BNN, dan pengadilan. Ini sebuah terobosan hukum yang progresif dan aktual,” ujarnya.

Dia mengatakan Pedoman Nomor 28 Tahun 2021 menunjukkan Jaksa Agung Burhanuddin konsisten dalam penerapan keadilan restoratif yang berlandaskan hati nurani untuk menghadirkan rasa keadilan di tengah masyarakat.

Baca Juga:  Rusman Haspian : Pernyataan Arman Kapolres Sampang, Dinilai Tidak Memahami UU Pers

“Jaksa Agung bukan cuma beretorika soal keadilan restoratif, tetapi benar-benar dia wujudkan dan terapkan. Saya melihat Jaksa Agung selama ini konsisten dan tegas dalam penegakan hukum, seperti yang sudah dia buktikan ketika mengungkap kasus-kasus korupsi kelas kakap,” katanya.

Menurut Asst prof Dr. Dwi Seno, konsep keadilan restoratif yang digagas Jaksa Agung perlu terus dikembangkan, sehingga tidak terbatas diterapkan untuk kasus-kasus kecil dan individual tetapi bisa diterapkan juga pada kasus besar.

“Konsep restorative justice bisa mengubah sistem hukum di Tanah Air jika dikembangkan sesuai dengan kondisi di lapangan dan melihat reaksi masyarakat, seperti pada kasus penyalahgunaan narkotika yang mendapat apresiasi banyak pihak,” ungkapnya.

Laporan:Kefas
Editor : Nimbrod Rungga

Rekomendasi Produk Shopee
Mesin Vacuum Sealer MakananLihat di Shopee

Trending Topic

Leave A Reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Top News

BPI KPNPA RI Siapkan Laporan ke Divisi Propam Polri, Rahmad Sukendar Soroti Dugaan Penyalahgunaan Wewenang Penyidik dalam Kasus Tanah Adat Kaum Maboet 2026

JAKARTA, JURNALISWARGA.ID – Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI) menegaskan bahwa laporan yang disampaikan kepada Kortas...

Hadiri Sekolah Legislatif Unila, Mukhlis Basri Ajak Mahasiswa Jaga Independensi dan Idealisme Demokrasi 2026

Bandar Lampung, JURNALISWARGA.ID — Anggota Komisi V DPR RI Daerah Pemilihan Lampung I, H. Mukhlis Basri, mengajak mahasiswa untuk terus menjaga independensi, idealisme, dan...

Fadli Zon Dorong 3 Pilar Ekosistem Seni, Bogor Jadi Pusat Budaya Nasional

CIBINONG, BOGOR (JURNALISWARGA.ID) — Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon mengungkapkan pemerintah mengalokasikan sekitar Rp500 miliar melalui Dana IndonesiaRaya pada 2026 untuk mendukung berbagai...

RS Pertamina Prabumulih Hadir di KBSS Sumatra 2026, Siagakan Layanan Medis di Stadion Talang Jimar

 PRABUMULIH — RS Pertamina Prabumulih turut berpartisipasi dalam mendukung kelancaran kegiatan KBSS (Kumpul Bareng Scooter Sesumatra) yang diselenggarakan pada 24–25 Oktober 2026 di Stadion...

Edukasi Tanggap Darurat Remaja: Sinergi RS Pertamina Prabumulih dan Universitas Binawan Gelar Pelatihan First Aid for Teenagers di SMP YPS Prabumulih

PRABUMULIH, JURNALISWARGA.ID, 26 Oktober 2026– Dalam rangka implementasi ilmu Kesehatan Masyarakat serta penguatan manajemen risiko kesehatan di lingkungan sekolah, Kartika Br Ginting Head of...

 

ARTIKEL TERKAIT