Pimpin Anev Mingguan, Kapolres Palopo : Tujuannya Untuk Mengulas Dan Mereview Kembali Kinerja Polres Palopo Serta Polsek Jajarannya Dengan Membandingkan Data Kinerja Kapolres Palopo Saat Melaksanakan Patroli Dan Commander Wish Mendapati Truck Membawa Material Galian C Tanpa Ditutupi Terpal Secara Full
Mohon dengan Kasih Bisa dibantu, share, Like,Comment and Subcribe.
terima kasih atas bantuannya, satu klik tdk akan mengurangi rejeki, melainkan satu klik bisa menambah kebaikan dan amal kita. Amin

Home / Bogor Kota

5216 viewsSelasa, 20 September 2022 - 17:20 WIB

Pernyataan Sikap Cipayung Plus Bogor Raya Menolak Kenaikan Harga BBM

Akan mengajak Pemerintah Kota dan Kabupaten bersama sama menolak kenaikan Harga BBM

Bogor, Melalui Konferensi Pers, Cipayung Plus Bogor Raya, Didepan Gedung Istana Bogor menjadi saksi serta mencatat sejarah pergerakan Cipayung Plus Bogor Raya. Selasa (20/9/2022)

Dengan menaiknya harga bahan bakar minyak (BBM) dengan dalih APBN Indonesia tahun 2022 tidak akan sanggup menanggung beban subsidi BBM yang ditetapkan pemerintah sebesar 502,4 triliun rupiah (dari pagu awal sebesar 152,5 triliun rupiah). Menurut pemerintah, hal ini disebabkan karena naiknya harga minyak Dunia, melemahnya nilai tukar rupiah, dan melonjaknya konsumsi BBM bersubsidi Nasional melebihi ekspektasi yang ditetapkan pemerintah. Menurut data yang dikeluarkan pemerintah, bila subsidi BBM tahun ini tidak dilakukan penyesuaian, maka pemerintah harus menambah suntikan dana subsidi sebesar 198 triliun. Artinya, total anggaran APBN tahun 2022 yang dialokasikan untuk subsidi BBM akan berjumlah sekitar 700 triliun.

Untuk mengurangi beban terhadap APBN tersebut, menurut pemerintah terdapat 3 jalan yang dapat ditempuh. Pertama, menaikkan harga BBM bersubsidi. Kedua, mengendalikan volume konsumsi alias membatasi penggunaan BBM bersubsidi. Ketiga, menambah Dana subsidi Energi tahun ini sebesar 198 triliun. Saat ini pemerintah lebih memilih Opsi menaikkan harga BBM bersubsidi untuk mengurangi subsidi Energi.

Baca Juga:  Danrem 061/SK Pimpin Langsung Pelaksanaan PAM VVIP Kunjungan Kenegaraan Presiden Federal Jerman Y.M Frank Walter Steinmeimer Di Istana Bogor

Oleh karena itu pemerintah harus melihat jejak sejarah dengan menaiknya harga BBM, maka pemerintah membuka ruang bagi kenaikan inflasi yang berdampak negatif bagi ekonomi nasional. Sejarah mencatat, Indonesia pernah menaikkan harga BBM pada Maret 2005 sekitar 30 persen dan dilanjutkan pada Oktober 2005 sekitar 90 persen, memberi dampak inflasi sebesar 17,11 persen. Pada 2013, bensin mengalami kenaikan sebesar 44,4 dan mengakibatkan inflasi mencapai 8,38 persen pada tahun itu. Pada November 2014, terjadi kenaikan kembali pada harga bensin sekitar 30,8 persen yang mengakibatkan laju inflasi mencapai 8,36 persen. Melihat data tersebut, kemungkinan inflasi Indonesia yang pada tahun ini ditargetkan hanya berkisar 2-4 persen, akan membengkak hingga mendekati 8-10 persen (berdasarkan pengalaman sebelumnya saat terjadi kenaikan harga BBM). Artinya, harga kebutuhan barang masyarakat akan semakin meningkat dan daya beli masyarakat akan merosot tajam. Hal ini akan berdampak langsung pada perekonomian negara yang saat ini justru ditopang oleh konsumsi rumah tangga sebesar 56 persen. Tingginya laju inflasi juga akan mengakibatkan tingkat kesejahteraan masyarakat semakin menurun yang berujung pada bertambahnya orang miskin di Indonesia.

Setelah kami melakukan beberapa kali aksi demonstrasi, baik di nasional maupun di daerah, maka dengan ini Cipayung Plus Bogor menilai, kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi merupakan keputusan yang Tidak tepat karena hanya akan mengorbankan kesejahteraan Rakyat, khususnya rakyat kecil. Ada beberapa yang menjadi tuntutan Cipayung Plus Bogor Raya, antara lain :

  1. Kembalikan UU Migas dari UU No.22 Tahun 2001 menjadi UU No. 8 Tahun 1971
  2. Menolak Kenaikan Harga BBM
  3. Mendesak Pemerintah Kota dan Kabupaten Bogor untuk ikut menandatangani Pernyataan Sikap Penolakan kenaikan Harga BBM.
  4. Tunda proyek strategis nasional (PSN) yang tidak berdampak langsung pada masyarakat, dah mengalihkan ke subsidi BBM
Baca Juga:  Kapolda Sulsel Irjen Pol. Nana Sudjana AS, M.M Buka Pendidikan Dan Pelatihan Integrasi TNI - Polri 2022 Di SPN Batua Polda Sulsel

Maka dari itu Cipayung Plus Bogor melakukan Konferensi Pers di depan gedung Istana Bogor dan jikalau penyampaian dalam Konferensi Pers tidak di indahkan oleh Pemerintahan Pusat serta tidak di respon dan tidak ikut sertanya pemerintah Kota dan Kabupaten bogor dalam penolakan kenaikan Harga BBM maka kami akan segera menindaklanjuti sikap ini dengan melakukan aksi besar besaran guna menolak kenaikan harga BBM secara serentak bersama Cipayung Plus Bogor Raya serta mengajak seluruh elemen lapisan masyarakat untuk bersama sama menolak kenaikan harga BBM.

Kontributor Masiswa : Ketua Cabang GMNI Aditya Pratama Hermon

Share :

Baca Juga

Bogor Kota

Tinjau Masjid Agung, Atang Minta Pekerjaan Perhatikan Kualitas dan Selesai Tepat Waktu

Bogor Kota

DPRD Kota Bogor Dorong Penambahan Pembangunan 2 Unit Sekolah Baru

Bogor Kota

Buntut Kenaikan BBM Aksi Demo Mahasiswa Temui DPRD Kota Bogor Sampaikan Aspirasi

Bogor Kota

Komandan Korem 061/SK Brigjen TNI Rudy Saladin Pimpin Apel Gabungan PAM VVIP RI.1

Bogor Kota

Tutup Masa Sidang Kesatu Tahun 2022, Berikut Laporannya

Bogor Kota

Ratusan Pekerja Yang Tergabung di SPN Geruduk Disnakertrans Kota Bogor, Tuntut Mediasi PHK Sepihak

Bogor Kota

Evaluasi Perda Penyelenggaraan Pendidikan, Bapemperda DPRD Kota Bogor Rekomendasikan Pembentukan Perda Baru

Bogor Kota

DPRD Kota Bogor Keluarkan Rekomendasi LKPJ 2021