Rahmad Sukendar Apresiasi Satgas PKH: Kejaksaan Jalankan Perintah Presiden Prabowo Sikat Mafia Hutan

JAKARTA, JURNALISWARGA.ID — Ketua Umum BPIKPNPARI, Rahmad Sukendar, mengapresiasi langkah tegas Kejaksaan Agung yang dinilai konsisten menjalankan perintah Presiden Prabowo Subianto dalam upaya pemberantasan mafia hutan, tambang ilegal, dan penyalahgunaan kawasan hutan di Indonesia.

Apresiasi tersebut disampaikan menyusul pelaksanaan Rapat Koordinasi Tim Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) yang membahas capaian kinerja tahun 2025 serta rencana kerja tahun 2026. Rapat digelar pada Rabu, 14 Januari 2026, bertempat di Kantor Pusat Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Jakarta.

Menurut Rahmad, sinergi lintas lembaga yang tergabung dalam Satgas PKH menunjukkan keseriusan negara dalam menertibkan tata kelola sektor strategis, khususnya perkebunan kelapa sawit dan pertambangan, yang selama ini rawan disalahgunakan oleh oknum dan korporasi tidak bertanggung jawab.

Baca Juga:  PAN Menempati Urutan ke 6 Perolehan Suara di Dapil 2, Hj Hakanna Optimis Mendapatkan 1 kursi di DPRD Kota Bogor

“Ini langkah konkret. Kejaksaan bergerak, TNI dan Polri solid. Perintah Presiden Prabowo untuk menyikat mafia hutan kini terlihat nyata di lapangan,” ujar Rahmad Sukendar. Kamis (15/1).

Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh Kepala BPKP M. Yusuf Ateh, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Febrie Adriansyah selaku Ketua Pelaksana Satgas PKH, Kepala Staf Umum TNI Letjen TNI Richard T. Tampubolon sebagai Wakil Ketua Pelaksana I, serta Kepala Bareskrim Polri Komjen Pol. Syahardiantono sebagai Wakil Ketua Pelaksana II.

Baca Juga:  Perjuangkan Nasib Warga BBR DPRD Kota Bogor Tampung Aspirasi dan Susun Rencana Penyelesaian Sengketa

Selain itu, jajaran dari Kementerian Kehutanan dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) turut hadir guna memperkuat koordinasi kebijakan dan pengawasan lintas sektor.

Rahmad menegaskan, BPIKPNPARI akan terus mengawal kinerja Satgas PKH agar upaya penertiban kawasan hutan tidak berhenti pada tataran administratif, melainkan berujung pada penegakan hukum yang tegas, transparan, dan berkeadilan.

“Negara tidak boleh kalah oleh mafia hutan. Penertiban harus konsisten dan menyentuh aktor besar di balik kejahatan lingkungan,” pungkasnya. (Red)

Rekomendasi Produk Shopee
Mesin Vacuum Sealer MakananLihat di Shopee

Trending Topic

Leave A Reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Top News

PASCA PUTUSAN MK: BOLA POLITIK GIBRAN BERPINDAH DARI MK KE ISTANA 2026

Analisa Politik dan Hukum Prof. Dr. Henry Yosodiningrat, S.H., M.H.Jakarta, jurnaliswarga.id - Putusan Mahkamah Konstitusi mengenai persoalan syarat pendidikan Gibran Rakabuming Raka memang tidak serta-merta...

BPI KPNPA RI Bersama PSKBI Siap Jadi Garda Terdepan Kawal Program Kerja Kapolri 2026

JAKARTA, JURNALISWARGA.ID — Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI) bersama jajaran Paquron Singandaru Karuhun Banten Indonesia...

HUT ke-57, Rahmad Sukendar Gelar Tasyakuran dan Peringati 26 Tahun Pernikahan

TANGSEL, JURNALISWARGA.ID - Selasa, 6 Oktober 2026, menjadi hari penuh kebahagiaan bagi Ketua Umum BPI KPNPA RI, TB. Rahmad Sukendar, genap berusia 57 tahun....

IHC RS Pertamina Prabumulih Perkuat Silaturahmi dengan Ketua Adat Prabumulih Barat untuk Mendukung Peningkatan Layanan Kesehatan Masyarakat

PRABUMULIH, 2 Oktober 2026. IHC RS Pertamina Prabumulih menjalin silaturahmi dengan Ketua Adat Prabumulih Barat, Pak Gatot, sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan dengan...

Wagub Kepri Perkuat Investasi UEA di Batam

BATAM, JURNALISWARGA.ID - Wagub Kepri menemui Dubes UEA di Batam untuk memperkuat investasi dan kemitraan ekonomi.Investasi UEA dan kemitraan ekonomiPeristiwa tersebut menjadi pokok berita pada 9 Oktober 2026. Judul sumber menyebut pertemuan berlangsung di Batam dan menempatkan penguatan investasi s

 

ARTIKEL TERKAIT