Ketum PSKBI Minta Pemkot Tanggerang Selatan Segera Turun Bantu Anak Berkebutuhan Khusus di Pondok Aren

TANGGERANG SELATAN BANTEN (JURNALISWARGA.ID)- Menyikapi pemberitaan di media online, terkait anak berkebutuhan khusus di Kecamatan Pondok Aren.Tangsel,Ketua umum (Ketum) Paquron Singamdaru Karuhun Banten (PSKBI) Tb. Rahmad Sukendar, meminta kepada Pemerintah kota (Pemkot) Tanggerang Selatan, untuk segera turun langsung memberikan bantuan dan perhatian serius.

Kata Tb Rahmad Sukendar, Pemkot Tanggerang Selatan harus segera turun ke lokasi dan jangan membiarkan warga yang perlu bantuan kesehatan

“Pemkot Tangsel harus segera ke lokasi, dicek dan dibantu dengan maksimal, jangan biarkan kalau ada warga masyarakat yang membutuhkan bantuan pemerintah, ini tanggungjawab pemkot,” katanya.

Ia menuturkan, jajaran PSKBI juga akan segera menyambangi keluarga tersebut.

“Insyaallah, kita dari PSKBI akan segera menyambangi ke kediamannya anak berkebutuhan khusus tersebut, untuk memberikan bantuan, sebagai bentuk kepedulian,” tuturnya.

Sebelumnya diberitan, anak berkebutuhan khusus di Kecamatan Pondok Aren Tangsel Perlu Perhatian Serius Pemkot.

Ketum PSKBI Minta Pemkot Tanggerang Selatan Segera Turun Bantu Anak Berkebutuhan Khusus di Pondok Aren
Ketum PSKBI, Tb. Rahmad Sukendar (tengah) saat Irjen Pol Suyudi Ario Seto,S.H.,S.I.K.,M.Si. beberapa waktu lalu

Setiap orang tua pasti mendambakan seorang anak yang tumbuh dan berkembang normal. Hanya saja ada anak-anak yang tumbuh berbeda dengan anak pada umumnya karena memiliki keterbatasan atau hambatan. Mereka biasa disebut anak berkebutuhan khusus.

Anak berkebutuhan khusus sendiri merupakan anak-anak yang mengalami keterlambatan dalam perkembangan, memiliki kondisi medis, kondisi kejiwaan, dan/atau kondisi bawaan tertentu. Mereka membutuhkan perhatian dan penanganan khusus dari Pemerintah supaya bisa mencapai potensinya.

Baca Juga:  Polri Kerahkan Ribuan Personel Amankan PON XXI 2024 di Aceh dan Sumut

Berbeda dengan dua anak berkebutuhan khusus yang beralamat di Kp. Parigi RT03 dan RW 06 Kelurahan Parigi, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten. Dua anak itu, bernama Umi Kulsum (27thn) dan Eliana Aprilia. (25thn).

Keduanya hidup Puluhan Tahun di Tangerang Selatan, Parahnya lagi Kedua ABK itu tidak memiliki sosok Ibu selama 10 tahun. Mereka hidup bersama sang ayah yang sering mengalami sakit- sakitan.

Dengan hidup yang serba kekurangan, asupan gizi yang baik untuk ABK itu juga tidak dirasakan. Apalagi soal pendidikan, karena tidak ada perhatian dari Pemerintahan, baik Kelurahan, Kecamatan, Pemkot Tangsel maupun Provinsi Banten. Bahkan keberadaan mereka terkesan terabaikan.

Menurut Eko Budi S (51), sebagai ayah dari Kedua anak itu saat dikonfirmasi di kediamannya, mengaku sudah 20 tahun hidup bersama keluarga di Tangerang Selatan, selama di Tangsel memiliki dua anak tidak ada sama sekali sokongan atau perhatian dari Pemkot Tangsel. Apalagi soal pendidikan.

“Kedua anak saya selama 20 tahun, tidak pernah mendapatkan perhatian dari pemerintah baik Kelurahan maupun pemkot Tangsel, bahkan dirasa seperti tidak dianggap keberadaannya,” kata Eko penuh lirih. Kamis (12/12/2024).

Dengan kondisi usia yang semakin tua, bahkan sering mengalami sakit ketika ingin bekerja. Dirinya mengaku hanya bisa menafkahi anak anaknya dengan serba kekurangan, karena tidak ada penghasilan tetap yang dia dapatkan.

Baca Juga:  Kemendagri Gelar BUMD Awards 2023, Ini Pemenangnya

“Kerja ikut-ikut orang, muter gitu, kadang gak kuat apalagi kehujanan, sakitnya minta ampun, tapi kalau gak ikut kerja gimana. Namanya juga rejeki kadang dapat kadang tidak,” tuturnya.

Ditanya soal pendidikan, dia mengaku selama puluhan tahun kedua anaknya tidak pernah mendapatkan perhatian dari pemerintahan. Kalau untuk masalah anaknya terdaftar atau tidak di SKh yang ada di Tangsel dia mengaku tidak tahu.

“Soal kedua anak saya terdaftar di Sekolah Khusus (SKH) atau tidak, saya tidak tahu, yang jelas selama puluhan tahun kedua anak saya memiliki keterbatasan khusus dan tidak pernah mendapatkan perhatian dari pemerintah kota Tangerang Selatan,” tandasnya.

Bahkan kata Eko, dirinya dan kedua anaknya luput dari Dinas Sosial Pemkot Tangsel, karena kata Eko hidup puluhan tahun di Tangsel tidak pernah mendapatkan sokongan bantuan sosial baik PKH (Program Keluarga Harapan) atau Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

“Kami tidak pernah mendapatkan bantuan sosial dari Kementrian Sosial, seperti PKH atau BPNT, entah apa penyebabnya, yang jelas Kami tidak mengerti peraturan pemerintah disini,” tegasnya

Dia, juga anaknya yang berusia 25 tahun ini sedang sakit, dan kemarin kata dia harus membawa anaknya ke daerah kebayoran untuk berobat.”ACnak saya yang bungsu lagi sakit kemarin dibawa berobat, meskipun saya juga sakit,” paparnya.

Hingga berita ini dikirim belum mendapatkan keterangan dari Kelurahan, Kecamatan maupun Pemkot Tangerang Selatan. (Red).

Rekomendasi Produk Shopee
Mesin Vacuum Sealer MakananLihat di Shopee

Trending Topic

Leave A Reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Top News

Penggiat KIM Diharapkan Jadi Motor Literasi Digital Mamasa

MAMASA, JURNALISWARGA.ID - Penggiat KIM diharapkan menjadi motor literasi digital bagi masyarakat Mamasa.Literasi digital bagi masyarakat MamasaDinas Kominfopers Provinsi Sulawesi Barat menyelenggarakan Sekolah Internet Ko... di Mamasa pada 15/10/2026.Judul berita menyebutkan harapan agar penggiat K

TRC Mamasa Rekomendasikan Sekolah Daring karena Udara Tidak Sehat

MAMASA, JURNALISWARGA.ID - TRC Mamasa merekomendasikan sekolah-sekolah belajar daring terkait kualitas udara yang tidak sehat.Rekomendasi sekolah daring di MamasaRekomendasi tersebut menjadi pokok berita yang dipublikasikan pada 15 Oktober 2026. Dalam judul sumber, rekomendasi itu dikaitkan dengan k

Petisi 26 Desak Pemkab Bogor Relokasi Pasar Cikema: Soroti Potensi Maladministrasi dan Dugaan Kamuflase Bisnis

BOGOR, JURNALISWARGA.ID – Keberadaan dan tata kelola lahan Pasar Cikema Cibinong, Kabupaten Bogor, kini berada di bawah sorotan tajam publik. Ketua Petisi 26 Masyarakat...

Kontingen FORBASI Kabupaten Bogor Ikuti Kejurda Jawa Barat

CIBINONG, JURNALISWARGA.ID - Kontingen FORBASI Kabupaten Bogor dikirim untuk mengikuti Kejurda Jawa Barat. Informasi tersebut tercantum dalam berita Pemerintah Kabupaten Bogor yang dipublikasikan pada 15 Oktober 2026.Pengiriman itu dilakukan atas arahan Bupati Bogor. Pemerintah Kabupaten Bogor melal

Gubernur Papua Tengah Bakal Gelar Coffee Morning Bersama Awak Media

PAPUA TENGAH, JURNALISWARGA.ID - Gubernur Papua Tengah bakal menggelar coffee morning bersama awak media.Coffee Morning Gubernur Papua TengahRencana coffee morning tersebut tercantum dalam item RSS bertanggal 16 Oktober 2026. Item itu memuat judul “Gubernur Papua Tengah Bakal Gelar Coffee Morning Be

 

ARTIKEL TERKAIT