Rahmad Sukendar Ledakkan Isu Panas: “Ada Apa Maruli Bela TPL? Jangan-Jangan Ada Luhut di Belakangnya!”

Jakarta, Jurnaliswarga.id — Kontroversi pernyataan Maruli Siahaan, Anggota Komisi XIII DPR RI, yang menyebut masyarakat tidak memiliki hak meminta penutupan PT Toba Pulp Lestari (TPL), kini berubah menjadi gelombang kritik keras. Ketua Umum BPI KPNPA RI, Rahmad Sukendar, muncul sebagai suara paling lantang yang menantang sikap tersebut dan membuka dugaan keterlibatan tokoh berpengaruh nasional.

Rahmad menilai pernyataan Maruli bukan hanya keliru, tetapi mengkhianati peran wakil rakyat.

“Pernyataan Maruli itu memprihatinkan. Wakil rakyat kok justru membela perusahaan? Seharusnya dia berdiri bersama rakyat Sumut, bukan menjadi juru bicara korporasi,” tegas Rahmad.

Menurutnya, masyarakat justru pihak yang paling berhak menolak dan menuntut perusahaan yang dianggap merusak lingkungan. Namun yang terjadi, suara warga malah dibungkam oleh seorang legislator yang semestinya memperjuangkan aspirasi mereka.

Baca Juga:  Jaksa Agung ST Burhanuddin Kembali Memperoleh Penghargaan<br>Atas Keterbukaan Informasi Publik Melalui Media Online

“Ada yang janggal. Mengapa suara rakyat ditolak? Ada apa dengan PT TPL sampai anggota dewan membentengi mereka?” ujar Rahmad. Jum’at (12/12/25).

Lebih jauh, Rahmad menyoroti dugaan kuat bahwa PT TPL memiliki kedekatan dengan sosok Luhut Binsar Panjaitan, nama besar yang selama ini tidak terpisahkan dari isu-isu bisnis di kawasan Toba.

“Saya tidak bisa menutup mata. Publik sudah lama membicarakan dugaan keterlibatan Luhut di balik TPL. Kalau benar, saya tantang Luhut secara terbuka. Jangan berlindung di balik kekuasaan untuk melindungi perusahaan sementara masyarakat dijadikan korban,” katanya tajam.

Baca Juga:  Panglima TNI Pimpin Rapat Evaluasi Penanganan Covid-19 dan Vaksinasi

Rahmad menegaskan bahwa persoalan TPL bukan sekadar polemik industri, melainkan ancaman serius terhadap ekosistem Danau Toba dan keselamatan warga.

“Sumut sekarang berada di ambang bencana ekologis. Mau menunggu Danau Toba meluap dan meratakan kampung baru mau bertindak?” kritiknya.

Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa tidak ada pihak manapun—termasuk pejabat kuat—yang boleh membungkam hak masyarakat.

“Masyarakat punya hak penuh menolak perusahaan yang merusak lingkungan. Kalau TPL bermasalah, tutup! Kalau ada nama besar di belakangnya, bongkar! Negara ini milik rakyat, bukan milik oligarki,” pungkas Rahmad. (Red)

Rekomendasi Produk Shopee
Mesin Vacuum Sealer MakananLihat di Shopee

Trending Topic

Leave A Reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Top News

Andra Soni Perkirakan 8 Juta Warga Ikuti Cek Kesehatan Gratis

BANTEN, JURNALISWARGA.ID - Gubernur Banten Andra Soni memperkirakan delapan juta warga mengikuti program cek kesehatan gratis.Perkiraan Cek Kesehatan GratisPerkiraan jumlah peserta tersebut menjadi informasi utama dalam berita sumber tersebut. Sumber berita tidak memuat rincian mengenai waktu pelaks

Rilis Publikasi Indeks Pembangunan Manusia Kolaka Utara 2023

KOLAKA UTARA, JURNALISWARGA.ID - Rilis Publikasi Indeks Pembangunan Manusia Kolaka Utara 2023 tercantum sebagai judul berita dalam item RSS yang diterima.Rilis Indeks Pembangunan Manusia Kolaka UtaraRilis Publikasi Indeks Pembangunan Manusia Kolaka Utara 2023 menjadi informasi utama yang tersedia da

Banten Siapkan Elektrifikasi Jalur Kereta Rangkasbitung–Merak

BANTEN, JURNALISWARGA.ID - Elektrifikasi jalur kereta Rangkasbitung–Merak disiapkan di Banten. Gubernur Andra Soni menyebut langkah tersebut sebagai jawaban atas kebutuhan transportasi.Elektrifikasi jalur kereta Rangkasbitung–Merak menjadi fokus persiapan di Banten. Namun, item RSS ini tidak memuat

Selamat Dan Sukses Atas Kenaikan Pangkat Mayor Inf. Irian Yanto, CMH 2026

Bogor, Jurnaliswarga.id – Pimpinan dan seluruh kru media nasional Jurnaliswarga.id menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada Irian Yanto atas kenaikan pangkat dari Kapten menjadi...

750 Zak Pupuk NPK Disalurkan ke 250 Petani Kolaka

KOLAKA, JURNALISWARGA.ID - Kartu Tani Beramal menyalurkan 750 zak pupuk NPK kepada 250 petani di Kolaka. Informasi tersebut tercantum dalam pemberitaan yang dipublikasikan pada Jumat, 2 Oktober 2026.750 Zak Pupuk NPK untuk Petani KolakaBantuan yang disebutkan berupa pupuk NPK dengan jumlah 750 zak.

 

ARTIKEL TERKAIT