JurnalisWarga.id | Jakarta, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk menjadikan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi sekaligus saluran utama penyaluran subsidi pemerintah kepada masyarakat. Kebijakan ini diharapkan menjadi tonggak penguatan ekonomi kerakyatan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat hingga ke pelosok desa.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat memberikan pidato pada Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 yang digelar di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (12/7/2026).
Presiden menjelaskan bahwa KDKMP akan menghadirkan berbagai layanan dalam satu ekosistem ekonomi desa, mulai dari kantor koperasi, toko sembako, layanan simpan pinjam, apotek desa dengan obat generik berharga terjangkau, gudang logistik, hingga cold storage untuk menjaga kualitas hasil pertanian dan perikanan.
“KDKMP nanti akan menjadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi,” tegas Presiden Prabowo.
Menurut Presiden, gagasan membangun koperasi desa lahir dari pengalaman panjangnya saat bertugas di berbagai daerah. Pengalaman tersebut memperkuat keyakinannya bahwa koperasi merupakan instrumen terbaik untuk melindungi masyarakat kecil sekaligus memperkuat fondasi ekonomi nasional.
Presiden juga menyoroti persoalan klasik yang dihadapi petani, yakni keterbatasan akses pembiayaan. Karena itu, pemerintah akan memperkuat koperasi simpan pinjam agar masyarakat desa memperoleh akses permodalan dengan bunga yang lebih ringan sehingga tidak lagi bergantung kepada rentenir.
Selain memperkuat pembiayaan, pemerintah menetapkan Koperasi Merah Putih sebagai jalur utama distribusi berbagai barang bersubsidi agar bantuan benar-benar diterima masyarakat yang berhak.
“Semua barang subsidi harus disalurkan kepada rakyat melalui Koperasi Desa Merah Putih,” ujar Presiden.
Program tersebut juga diperluas ke sektor kelautan melalui penguatan koperasi nelayan. Pemerintah akan mendukung penyediaan gudang pendingin, pabrik es, hingga kapal penangkap ikan yang dikelola secara koperasi guna meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan nelayan.
Presiden Prabowo optimistis keberadaan Koperasi Merah Putih akan memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian nasional. Pemerintah memproyeksikan perputaran ekonomi desa dapat mencapai sekitar Rp223 triliun per tahun, sekaligus meningkatkan pendapatan petani, peternak, dan nelayan hingga sekitar Rp202 triliun.
Di sisi lain, pemerintah juga terus melakukan pembenahan sistem logistik nasional agar distribusi barang menjadi lebih efisien, biaya logistik menurun, dan daya saing produk dalam negeri semakin meningkat.
Kebijakan ini mendapat respons positif karena dinilai memperkuat keberpihakan pemerintah terhadap ekonomi kerakyatan. Dengan ekosistem koperasi yang terintegrasi, masyarakat desa diharapkan semakin mudah memperoleh akses permodalan, layanan kesehatan, kebutuhan pokok, serta pemasaran hasil produksi secara lebih efektif dan berkelanjutan.(Red/nR)
Sumber informasi:
Biro Pers, Media, dan Informasi (BPMI) Sekretariat Presiden Republik Indonesia.
