SUMBA TIMUR, JURNALISWARGA.ID — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus memperkuat upaya pencegahan korupsi melalui pendidikan karakter sejak usia dini. Melalui program Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi (JNBA) 2026, KPK menggelar kegiatan KPK Mengajar di Sekolah Dasar Masehi (SDM) Anduwatu, Desa Praibokul, Kecamatan Matawai La Pawu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Ketua KPK Perkuat Pendidikan Integritas bagi Pelajar Sumba Timur 2026. Rabu (5/8/2026).
Sebanyak 150 siswa mengikuti kegiatan edukasi antikorupsi yang dikemas secara interaktif melalui pemutaran film edukatif, permainan kelompok, serta sesi diskusi dan tanya jawab. Pendekatan tersebut dilakukan agar nilai-nilai integritas dapat dipahami dan diterapkan oleh anak-anak dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) 1 Direktorat Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK, Medio Venanda Sukarta, menegaskan bahwa pendidikan antikorupsi sejak dini merupakan investasi penting untuk membangun generasi penerus bangsa yang berkarakter.
“KPK meyakini bahwa membangun generasi berintegritas merupakan investasi jangka panjang dalam pencegahan korupsi. Ketika nilai-nilai antikorupsi telah menjadi kebiasaan sejak kecil, anak-anak akan tumbuh menjadi pribadi yang mampu mengambil keputusan secara jujur dan bertanggung jawab ketika kelak menjadi pemimpin maupun warga negara,” ujar Medio.
Dalam kegiatan tersebut, KPK menanamkan tiga nilai utama antikorupsi, yakni kejujuran, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Ketiga nilai tersebut diperkenalkan melalui berbagai aktivitas yang mendorong siswa memahami pentingnya berkata jujur, mematuhi aturan, menghargai waktu, serta bertanggung jawab atas setiap tindakan.
Kepala SDM Anduwatu, Martha May Kobul, mengapresiasi pelaksanaan program KPK Mengajar yang dinilai memberikan pengalaman berharga bagi para peserta didik dalam membentuk karakter positif sejak bangku sekolah dasar.
Menurutnya, metode pembelajaran yang menyenangkan membuat siswa lebih mudah memahami pentingnya sikap jujur dan bertanggung jawab sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
“Kehadiran KPK di sekolah kami menjadi pengalaman yang sangat berarti bagi para siswa. Materi disampaikan dengan cara yang menyenangkan sehingga anak-anak mudah memahami bahwa sikap jujur dan bertanggung jawab merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus menjangkau sekolah-sekolah di daerah,” ujarnya.
Program KPK Mengajar di SDM Anduwatu merupakan bagian dari rangkaian Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi (JNBA) 2026 yang menyasar berbagai wilayah di Indonesia, termasuk daerah terpencil. Melalui pendekatan edukatif yang melibatkan sekolah, pemerintah daerah, dan masyarakat, KPK berupaya memperluas budaya integritas sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Sebagai bentuk apresiasi kepada para peserta, KPK bersama Pemerintah Kecamatan Matawai La Pawu dan Inspektorat Kabupaten Sumba Timur juga menyerahkan bantuan berupa tas sekolah dan botol minum kepada seluruh siswa SDM Anduwatu.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Matawai La Pawu, Inspektur Investigasi Inspektorat Kabupaten Sumba Timur beserta jajaran, Kepala SDM Anduwatu, para guru, serta tim Direktorat Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK.
Melalui program ini, KPK berharap semakin banyak anak-anak Indonesia tumbuh dengan karakter jujur, disiplin, dan bertanggung jawab, sehingga mampu menjadi generasi yang berintegritas dan berperan aktif dalam mencegah berbagai bentuk perilaku koruptif di masa depan.(nR)
Sumber: Klik disini>>>> Biro Hubungan Masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), 5 Agustus 2026.
