Home / Jakarta

Selasa, 16 Agustus 2022 - 09:35 WIB

Makna Kebaya dan Batik yang Dipakai Puan di Sidang Tahunan

Jakarta, Ketua DPR RI Puan Maharani hari ini menghadiri Sidang Tahunan MPR/DPR/DPD dengan mengenakan Kebaya Kutubaru berwarna terakota. Warna ini sengaja dipilih sebagai simbol semangat optimisme dalam menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-77.

“Kami memberikan warna terakota yang cerah karena memberikan semangat optimisme, dan juga memberikan suatu warna yang segar dan fresh, cocok warna ankin berwarna merah hati yang terinspirasi motif klasik Jawa,” kata Didiet Maulana, sang desainer, saat dihuhungi, Selasa (16/8/2022).

Soal kebaya, kata Didet, jenis Kutubaru yang dikenakan Puan merupakan salah satu gaya klasik kebaya Indonesia yang banyak dijumpai di sejumlah daerah di Indonesia.

Baca Juga:  Susunan Dewan Pimpinan Pusat Barisan Relawan Ganjar Mahfud (DPP BaRaGAMA) Periode 2023 - 2029

“Jadi tidak hanya dijumpai di Pulau Jawa, tapi juga di berbagai daerah di Bali, dan beberapa daerah Sumatera,” imbuh Didiet.

Sementara untuk batik tulis, perempuan pertama yang menjabat Ketua DPR ini mengenakan batik tulis Jawa bermotif Semen Romo (Semen Rama)

Motif Semen dimaknai sebagai penggambaran dari kehidupan yang bersemi, kehidupan yang berkembang dan sejahtera. Sebuah pengharapan dan doa untuk kehidupan yang makmur.

Motif ini sering dikaitkan dengan cerita Ramayana dengan ajaran kepemimpinan Hastha Brata (8 jalan ajaran utama), di antaranya sikap semangat, penuh kasih, bertanggung jawab berpengetahuan luas, berwibawa, adil, melindungi rakyat dan mengendalikan diri. Sebuah ajaran kepemimpinan untuk diri sendiri dan masyarakat.

Baca Juga:  Bupati Konsel H. Surunuddin Dangga, ST., MM Berikan Bantuan 1 Unit Mobil Patroli Kepada Polres Konsel Sebagai Bentuk Sinergitas Antara Pemda Dan Kepolisian

Motif batik terdiri dari tiga bagian utama yang dibagi menjadi ornamen udara, darat dan laut. Melambangkan keseimbangan dan keadilan. Motif Tree of Life atau Pohon Hayat melambangkan darat, garuda melambangkan udara dan motif baito (perahu) melambangkan laut.

“Sarat makna, sarat doa dan pengharapan baik yang disampaikan dalam satu helai kain,” kata Didiet.(nr)

Share :

Baca Juga

Jakarta

Saksikan Album Perdana Anthesianz berjudul #1 HOPE

Jakarta

Pasca Putusan MKMK, Lembaga Pemilih Indonesia Merilis Elektabilitas Ganjar Pranowo Unggul 2023

Jakarta

Ketua DPP BPI KPNPA RI Desak Kejaksaan Agung Tidak Tebang Pilih dalam Penanganan Kasus Korupsi Timah 2024

Jakarta

KONFERENSI INTERNASIONAL “Religious Freedom, Rule of Law, and Cross-cultural Religious Literacy”

Jakarta

Marak nya Peredaran Narkoba ; BPI KPNPA RI Minta Jajaran Polri Cek Urine Anggota nya Setiap Satu Minggu

BPI KPNPA RI

Rahmad Sukendar Apresiasi Kejagung dan Kejati Sulsel: Langkah Cepat Tangani Kasus Dua Guru di Luwu Utara Patut Dicontoh

Jakarta

INVESTOR HOTEL LE EMINENCE CIANJUR MENGGUGAT PENGELOLA, HAK MENGINAP DITUNDA

Jakarta

Jelang Ramadan, Kemendagri Imbau Daerah Lakukan Upaya Konkret Tangani Inflasi
Lewat ke baris perkakas