Rahmad Sukendar: Mafia Peradilan Harus Dibongkar, Jangan Biarkan Oknum Hakim Cederai Keadilan

Jakarta, Jurnaliswarga.id – Ketua Umum Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI), Rahmad Sukendar, memberikan pernyataan tegas terkait seruan Ketua Mahkamah Agung (MA), Sunarto, yang meminta para hakim melaporkan rekan sejawat yang terlibat dalam praktik korupsi. Rahmad menilai, langkah tersebut merupakan sinyal kuat bahwa mafia peradilan masih menjadi persoalan serius yang harus segera dibongkar.

“Sudah bukan menjadi rahasia umum bahwa masih ada oknum hakim yang berani melakukan transaksi perkara dengan penasehat hukum. Ini bukan sekadar isu, tapi fakta yang kami terima dari laporan masyarakat,” tegas Rahmad dalam keterangannya kepada media, Sabtu (24/5/2025).

Baca Juga:  BPI KPNPI RI Apresiasi BPOM Berantas Skincare Berbahaya

Menurut Rahmad, praktik jual beli perkara telah mencoreng marwah lembaga peradilan dan merusak kepercayaan masyarakat terhadap hukum. Ia menambahkan, jaringan mafia hukum tidak berdiri sendiri, tetapi melibatkan banyak pihak yang bekerja secara sistematis.

“Kami dari BPI KPNPA RI mendorong agar Mahkamah Agung dan Komisi Yudisial segera melakukan langkah pembersihan internal secara serius dan menyeluruh. Jangan hanya berhenti pada imbauan, tetapi perlu tindakan konkret,” lanjutnya.

Rahmad juga menyampaikan bahwa masih banyak hakim-hakim yang memiliki integritas tinggi namun tertekan oleh lingkungan yang tidak sehat. Oleh karena itu, ia meminta adanya perlindungan terhadap para pelapor atau whistleblower dalam lingkungan peradilan.

Baca Juga:  Rahmad Sukendar Dukung Susi Pudjiastuti Kembali Menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan di Era Prabowo

“Kalau Mahkamah Agung benar-benar ingin bersih, maka harus dimulai dari dalam. Jangan biarkan mereka yang masih punya idealisme tenggelam dalam sistem yang rusak,” ujar Rahmad.

Di akhir pernyataannya, Rahmad mengajak masyarakat dan lembaga sipil untuk turut serta dalam mengawasi jalannya proses hukum agar tetap berpihak pada keadilan dan bukan pada kepentingan segelintir pihak.
(Red)

Rekomendasi Produk Shopee
Mesin Vacuum Sealer MakananLihat di Shopee

Trending Topic

Leave A Reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Top News

Dedie Rachim Targetkan Groundbreaking PSEL Kayumanis Tahun Ini

BOGOR, JURNALISWARGA.ID - Pemerintah Kota Bogor meninjau lokasi PSEL Kayumanis. Dedie Rachim menargetkan groundbreaking PSEL Kayumanis tahun ini.Target groundbreaking PSEL KayumanisInformasi tersebut tercantum dalam judul item berita Pemkot Bogor yang diterbitkan pada 15 Oktober 2026.Sumber: Pemkot

Pemkot Bogor Optimalkan Creative Financing untuk Dukung Pembangunan Infrastruktur

BOGOR, JURNALISWARGA.ID - Pemkot Bogor mengoptimalkan creative financing untuk mendukung pembangunan infrastruktur.Creative financing untuk pembangunan infrastrukturJudul berita menyebut langkah tersebut dilakukan untuk mendukung pembangunan infrastruktur di Kota Bogor. Namun, RSS yang tersedia tida

Tak Hanya Pusat Kota, Pemkot Bogor Lanjutkan Penataan di Bogor Barat

BOGOR, JURNALISWARGA.ID - Pemerintah Kota Bogor melanjutkan penataan di Bogor Barat, tidak hanya di pusat kota, sebagaimana judul informasi pada laman resmi Pemkot Bogor.Penataan Bogor Barat BerlanjutInformasi tersebut memuat judul “Tak Hanya Pusat Kota, Pemkot Bogor Lanjutkan Penataan di Bogor Bara

Pemkot Bogor Dukung PSN Gene Bank Indonesia

BOGOR, JURNALISWARGA.ID - Pemkot Bogor mendukung PSN Gene Bank Indonesia.Dukungan untuk Gene Bank IndonesiaInformasi tersebut tercantum dalam judul berita pada laman Pemkot Bogor yang dipublikasikan pada 15 Oktober 2026. Sumber RSS tidak memuat uraian lebih lanjut mengenai bentuk dukungan, pihak yan

Wagub Johni Asadoma Dorong Gereja Jadi Penggerak Pendidikan

NUSA TENGGARA TIMUR, JURNALISWARGA.ID - Wagub Johni Asadoma mendorong gereja menjadi penggerak pendidikan, penanganan stunting, dan ekonomi umat.Penggerak Pendidikan dan Peran GerejaJudul berita tersebut mengaitkan peran gereja dengan tiga bidang, yakni pendidikan, penanganan stunting, dan ekonomi u

 

ARTIKEL TERKAIT