Kasdam XIV/Hasanuddin Pimpin Upacara Bendera 17-an, Dalam Amanat : Pangdam Berharap Slogan “6K DI HATI KITA” Dihayati Dan Diamalkan

Makassar – Jurnaliswarga.id | Kasdam XIV/Hasanuddin Brigjen TNI Dany Budiyanto, memimpin Upacara Bendera 17-an Bulan September 2022, Diikuti oleh Prajurit dan PNS yang Berada di Wilayah Kota Makassar bertempat di Lapangan M. Yusuf Makodam, Jl. Urip Sumoharjo, Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Senin (19/09/2022).

Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Dr. Totok Imam Santoso, S.I.P., S.Sos., M.Tr. (Han) dalam Amanatnya yang Dibacakan oleh Kasdam XIV/Hasanuddin mengungkapkan Bahwa Upacara 17-an yang Dilaksanakan secara Rutin merupakan Upaya untuk Memelihara Rasa Cinta terhadap Tanah Air, Memperteguh Jiwa Korsa dan Memelihara serta Meningkatkan Disiplin, juga Sebagai Media Efektif bagi Pimpinan untuk Menjalin Komunikasi dengan Anggota dalam Jajaran Kodam XIV/Hasanuddin.

“Selain itu Upacara Bendera Seperti ini Memiliki Makna yang Sangat Penting sebagai Momen bagi Kita selaku Generasi Penerus untuk Mengenang Nilai-nilai Perjuangan Para Generasi Pendahulu, yang Telah Melahirkan NKRI sebagaimana Yang Telah Kita Peringati pada Tanggal 17 Agustus Yang Lalu,” Tuturnya.

Pada Kesempatan ini Pula Mayjen Totok Imam Santoso, S.I.P., S.Sos., M.Tr.(Han) dalam Amanatnya Memerintahkan Seluruh Satuan Jajaran Kodam XIV/Hasanuddin agar Lebih Meningkatkan Intensitas Tugas dan Volume Kerja dan Lebih Fokus pada Program Kerja yang Belum Terlaksana sehingga Dapat Direalisasikan secara Maksimal dan Agar Segera Membuat Perencanaan secara Lebih Rinci dan Terarah, sehingga Dapat Dilaksanakan secara Efektif, Tuntas dan Tepat Waktu.

Baca Juga:  Sambut Bulan Suci Ramadhan, Dandim 1417/Kendari Hadiri Pencanangan Karya Bakti

Di Akhir Amanatnya, Pangdam XIV/Hasanuddin mengharapkan Kepada Seluruh Prajurit dan PNS Kodam XIV/Hasanuddin agar Slogan Baru Kodam XIV/Hasanuddin yaitu “6K DI HATI KITA” agar Dihayati dan Diamalkan, meliputi:

  1. Karakter, yaitu Karakter Para Pimpinan dan Prajurit yang Tangguh, Kukuh, Gigih akan Menjadi Faktor Penentu Keberhasilan Satuan Hal Tersebut merupakan Platform Kinerja yang Harus Melekat pada Setiap Prajurit, sehingga Dalam Setiap Tampilannya harus Mempunyai Mental dan Jati Diri serta Mengedepankan Nilai-nilai Agama serta Berpedoman pada Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan Delapan Wajib TNI.
  2. Kapabel, yaitu Bahwa Profesionalitas Prajurit dan Satuan Jajaran Kodam XIV/Hasanuddin dapat Dilihat dari Kemampuan Mereka dalam Menjalankan Tugas sesuai Doktrin KEP (Kartika Eka Paksi) yakni Fungsi Pertempuran dan Fungsi Binter, sehingga Harus Memiliki Keterampilan (Skill), Pengetahuan (Knowledge), Sikap (Atittude) dalam Menjalankan Tugasnya sesuai Fungsi Organik, Fungsi Pembinaan, Fungsi Teknis Militer Umum, Fungsi Teknis Militer Khusus dan Fungsi Teknis Khusus.
  3. Kontemporer, yaitu Bahwa Lingkungan Kerja yang Modern/Kontemporer dapat Terwujud jika Cara Berfikir dan Bertindak Seluruh Personel Kodam XIV/Hasanuddin sesuai Dengan Tuntutan Jaman, sehingga Harus Memiliki Daya Inovasi dan Inspirasi dalam Menghadapi Tantangan Teknologi Saat ini Supaya Mampu Mengoperasionalkan Peralatan Mutakhir di Lingkungan Kerja Masing-masing sehingga Seluruh Pekerjaan bisa Dilakukan dengan Efektif dan Efisien.
  4. Kompak dapat Dimaknai sebagai Bentuk Kerja Sama dimana Hal Tersebut akan Terwujud jika Ada Esprit De’corps secara Internal yang Akan Mendukung Upaya Sinergitas Sumber Daya Pertahanan di Wilayah (Satuan Jajaran, Pemerintah/Instansi/Kementrian/Lembaga dan Komponen Astagatra) Dalam Rangka Mewujudkan Sishanneg yang Tangguh di Wilayah Teritorial Kodam XIV/Hasanuddin.
  5. Kesemestaan, dalam Arti Bahwa Seluruh Sumber Daya Nasional di Wilayah Kodam XIV/Hasanuddin harus Dapat Dimobilisasi guna Menanggulangi setiap Bentuk Ancaman, baik Bersenjata, Non Bersenjata maupun Hibrida. Dengan Demikian, maka Seluruh Program Pembinaan yang Dilakukan harus Memiliki Tujuan Akhir agar Kekuatan Militer yang Dimiliki dan Potensi Pertahanan di Wilayah Outcome-nya bisa Digunakan dalam Melawan Ancaman ketika Dibutuhkan pada Masa Krisis, Konflik atau Perang sehingga Harus Diawali dari Kecintaan Rakyat kepada TNI Kodam XIV/Hasanuddin.
  6. Kerakyatan, yaitu Prajurit Kodam XIV/Hasanuddin harus Dicintai Rakyat sehingga Seluruh Upaya Binter yang Dilakukan Dansat Jajaran Terarah pada Upaya Mewujudkan Kecintaan Rakyat di Daerah Tanggung Jawab Masing-masing, Outcome-nya adalah Terwujudnya Kemanunggalan TNI Rakyat.
Baca Juga:  Mustakim Meminta Dengan Tegas Penegak Hukum Untuk Tindak Lanjuti Surat Edaran Bupati Ketapang Bersihkan Pemain Ilegal Di Ketapang

Reporter/Editor : Muhammad Irwansyah (Sumber : Pendam XIV/Hasanuddin).

Trending Topic

Leave A Reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Top News

Prof. Henry Desak Penegakan Hukum Utamakan Pembinaan, Bukan Penjara 2026

JAKARTA, JURNALISWARGA.ID — Prof. Dr. Henry Yosodiningrat, S.H., M.H. menyerukan agar penegakan hukum dalam perkara yang berkaitan dengan persoalan administratif tetap mengedepankan keadilan, proporsionalitas,...

Tubagus Rahmad Sukendar, Tokoh Banten yang Konsisten Mengawal Pemberantasan Korupsi dan Pengawasan Anggaran Negara

JAKARTA, JURNALISWARGA.ID – Nama Tubagus Rahmad Sukendar, yang akrab disapa Kang Tb Sukendar, dikenal sebagai salah satu tokoh masyarakat Banten yang selama lebih dari...

Ketua APUDSI Kabupaten Bogor Apresiasi Penjaringan Calon BPD 2026

TAMANSARI, JURNALISWARGA.ID — Partisipasi masyarakat dalam proses penjaringan calon anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) mendapat apresiasi dari Ketua Majelis Kesejahteraan Daerah Asosiasi Pelaku Usaha...

Perkuat Kolaborasi Layanan Kesehatan, IHC RS Pertamina Prabumulih Terima Kunjungan RS Muhammadiyah Palembang.

PRABUMULIH – RS Pertamina Prabumulih terus memperkuat jejaring dan kolaborasi dengan berbagai fasilitas pelayanan kesehatan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat....

BPI KPNPA RI Soroti Penegakan Hukum di Kabupaten Bogor 2026

CIBINONG, JURNALISWARGA.ID — Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI) Bogor menyoroti perkembangan penegakan hukum di Kabupaten...

 

ARTIKEL TERKAIT