Pemkab Bogor Terapkan WFH Perdana, Layanan Publik Dipastikan Tetap Prima 2026

CIBINONG, JURNALISWARGA.ID – Pemerintah Kabupaten Bogor (Pemkab Bogor) untuk pertama kalinya menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) pada Jumat (10/4/2026). Kebijakan ini merupakan tindak lanjut arahan Bupati Bogor, Rudy Susmanto, dalam rangka mendorong efisiensi energi tanpa mengurangi kualitas pelayanan publik.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, menjelaskan bahwa pelaksanaan hari pertama WFH berjalan lancar dan tetap terkendali. Berdasarkan data, sekitar 2.130 ASN atau sekitar 10 persen dari total pegawai menjalankan WFH.

“Ini pertama kalinya kita terapkan WFH di hari Jumat, dan secara umum berjalan baik. Aktivitas pemerintahan tetap berlangsung tanpa hambatan,” ujar Ajat.

Pemkab Bogor Terapkan WFH Perdana, Layanan Publik Dipastikan Tetap Prima 2026 Ia menegaskan, tidak seluruh perangkat daerah menerapkan WFH secara penuh. Sejumlah unit kerja yang bersentuhan langsung dengan masyarakat tetap menjalankan Work From Office (WFO) 100 persen.

“Seperti layanan rumah sakit, BPBD, Damkar, dan Satpol PP tetap bekerja penuh di kantor. Bahkan dua kecamatan, Tenjo dan Cigombong, tidak menerapkan WFH sama sekali,” jelasnya.

Ajat menambahkan, sebelum kebijakan ini diterapkan, seluruh perangkat daerah telah diminta menyusun rencana kerja harian secara rinci guna memastikan produktivitas tetap terjaga.

Baca Juga:  Meutya Hafid Tegaskan Balmon Jadi Garda Terdepan Jaga Konektivitas Nasional 2026

“Setiap pegawai sudah menyampaikan rencana kerja dari pagi hingga sore. Kami juga melakukan pemantauan langsung, dan terbukti aktivitas tetap berjalan normal. Bahkan ASN siap hadir jika sewaktu-waktu dibutuhkan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Pemkab Bogor akan melakukan evaluasi dalam satu bulan ke depan, khususnya terkait dampak terhadap efisiensi energi seperti penggunaan BBM dan listrik.

“Harapannya kebijakan ini menjadi kebiasaan baru yang menumbuhkan budaya hemat energi, tidak hanya di lingkungan kerja tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari ASN,” tambah Ajat.

Pemkab Bogor Terapkan WFH Perdana, Layanan Publik Dipastikan Tetap Prima 2026

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Fusia Meidiawaty, memastikan bahwa sektor layanan kesehatan tidak terdampak kebijakan WFH. Seluruh fasilitas pelayanan kesehatan tetap beroperasi penuh.

“Puskesmas dan rumah sakit tetap berjalan normal. WFH hanya diberlakukan untuk sebagian pegawai administratif dengan sistem bergiliran,” ujarnya.

Di lingkungan Dinas Kesehatan, penerapan WFH dilakukan dengan skema 50:50, sementara pejabat struktural tetap bekerja di kantor. Untuk mendukung kelancaran administrasi, pihaknya memanfaatkan teknologi digital seperti zoom meeting dan tanda tangan elektronik.

Baca Juga:  Pemkot Bogor Dorong Penataan Perlintasan KA, Dedie A. Rachim Fokus Keselamatan dan Kelancaran Lalu Lintas 2026

“Kami sudah cek langsung ke lapangan, pelayanan kesehatan tetap berjalan seperti biasa. Tidak ada gangguan,” tegas Fusia.

Pemkab Bogor Terapkan WFH Perdana, Layanan Publik Dipastikan Tetap Prima 2026
Sekretaris Diskominfo Kabupaten Bogor, Ilham, S.H

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bogor, Bambang Widodo Tawekal, yang menekankan pentingnya peran teknologi dalam mendukung efektivitas WFH.

“Kami mengoptimalkan penggunaan zoom meeting, tanda tangan elektronik, serta memastikan personel penting tetap siaga di kantor, seperti layanan darurat 112, pengelola jaringan, dan pusat data,” ungkapnya.

Di tingkat kewilayahan, Camat Bojonggede, Teny Ramdani, menyambut positif kebijakan tersebut. Ia menilai WFH mampu meningkatkan efisiensi tanpa mengganggu pelayanan masyarakat.

“ASN yang WFH tetap disiplin dan siaga. Pelayanan di kecamatan dan desa tetap berjalan normal,” ujarnya.

Pemkab Bogor Terapkan WFH Perdana, Layanan Publik Dipastikan Tetap Prima 2026Ia juga menambahkan bahwa digitalisasi administrasi turut mempercepat proses pelayanan, mulai dari verifikasi hingga penandatanganan dokumen.

Dengan pelaksanaan perdana yang dinilai sukses, Pemkab Bogor optimistis kebijakan WFH dapat menjadi langkah strategis dalam meningkatkan efisiensi energi sekaligus menjaga kualitas pelayanan publik tetap optimal.

Diskominfo Kabupaten Bogor

(Editor : Red/Jurnaliswarga.id | nR)

Trending Topic

Leave A Reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Top News

Sekda Bogor Ajat Rochmat Jatnika Lepas Gowes Napak Tilas HJB ke-544, Perkuat Cinta Sejarah dan Potensi Kabupaten Bogor

CIBINONG, Jurnaliswarga.id – Mewakili Bupati Bogor, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, secara resmi melepas ratusan peserta Gowes Napak Tilas Bogor dalam...

Bupati Bogor Rudy Susmanto Perkuat Kolaborasi Lingkungan, Warga Apresiasi Komitmen Menuju Bogor Hijau dan Berkelanjutan 2026

CIBINONG, Jurnaliswarga.id – Komitmen Pemerintah Kabupaten Bogor dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan kembali ditegaskan oleh Bupati Bogor Rudy Susmanto melalui dialog...

Kemendikdasmen dan Gubernur NTT Perkuat Gerakan Jam Belajar, Budaya Literasi Keluarga Kian Menguat di Nusa Tenggara Timur 2026

KUPANG, JURNALISWARGA.ID – Komitmen pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui penguatan budaya literasi terus menunjukkan hasil positif. Kementerian Pendidikan Dasar...

Mendikdasmen Abdul Mu’ti Percepat Digitalisasi Pendidikan di Teluk Bintuni, Ribuan Siswa Papua Barat Siap Nikmati Pembelajaran Modern 2026

TELUK BINTUNI, JURNALISWARGA.ID – Komitmen pemerintah pusat dalam menghadirkan pendidikan berkualitas hingga ke wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal kembali ditegaskan melalui langkah nyata Kementerian...

Peringati Hari Lahir Pancasila 2026, Kemdiktisaintek Teguhkan Pendidikan, Riset dan Inovasi Berlandaskan Nilai Pancasila

JAKARTA, JURNALISWARGA.ID – Momentum Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026 dimanfaatkan pemerintah untuk memperkuat komitmen membangun sumber daya manusia unggul melalui pendidikan, riset, sains,...

 

ARTIKEL TERKAIT