Ketua Umum BPI KPNPA RI Geram: “Masa Menteri Kalah Sama Nelayan!”

Tangsel, JURNALISWARGA.ID – Ketua Umum Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI), Rahmad Sukendar, menyatakan kekecewaannya terhadap polemik yang terjadi di Pulau Cangkir, Tangerang, Banten.

Ia menyoroti keberanian seorang nelayan bernama Kholid yang lantang menentang keberadaan pagar laut sepanjang 30 kilometer yang kini menjadi sorotan publik.

Dalam keterangan persnya, Jumat (24/1/2025), Rahmad dengan tegas mengatakan, “Masa menteri kalah sama nelayan.” Kritik ini ditujukan kepada pemerintah, yang dinilai belum mampu menyelesaikan konflik tersebut secara tuntas. Ia juga mempertanyakan kredibilitas pejabat negara jika terus-menerus kalah oleh kepentingan oligarki yang mengesampingkan hak masyarakat kecil.

Kholid, nelayan Pulau Cangkir, mendapat perhatian luas karena keberaniannya mengungkap dalang di balik pemasangan pagar laut yang dinilai merugikan para nelayan. “Ia memiliki nyali besar untuk membongkar dalang pagar laut Tangerang dan melawan kebijakan yang tidak berpihak kepada masyarakat kecil,” ujar Rahmad Sukendar.

Baca Juga:  BPI KPNPA RI Ucapkan Selamat Dilantiknya Waka Polri Komjen Pol Ahmad Dofiri Dan Irwasum Komjen Dedy Prasetio

Keberadaan pagar laut ini disebut-sebut membatasi akses nelayan terhadap sumber daya laut, sehingga berdampak serius pada kehidupan mereka yang bergantung pada hasil tangkapan ikan. Dalam pandangan Rahmad, tindakan Kholid merupakan wujud nyata keberanian rakyat kecil dalam melawan ketidakadilan.

“Kholid adalah simbol perlawanan terhadap ketimpangan. Ia mewakili suara masyarakat kecil yang menuntut keadilan dan perhatian pemerintah,” tambahnya. Ia mendesak pemerintah untuk segera bertindak tegas menyelesaikan konflik ini demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara.

Polemik pagar laut Tangerang yang diduga melibatkan kepentingan oligarki telah memicu perdebatan di berbagai kalangan. Banyak pihak menilai bahwa pagar sepanjang 30 kilometer tersebut tidak hanya membatasi akses nelayan, tetapi juga mencerminkan ketimpangan antara kepentingan ekonomi elit dan kesejahteraan rakyat.

Baca Juga:  Ketum BPI KPNPA RI Desak Kapolda Metro Copot Kapolsek Mampang Terkait Pembubaran Diskusi di Kemang

Rahmad menegaskan, pemerintah harus segera turun tangan dan membuktikan keberpihakannya kepada rakyat. “Mau dibawa ke mana wajah pejabat negara jika terus kalah menghadapi kepentingan oligarki? Pemerintah harus membuktikan bahwa mereka bekerja untuk rakyat, bukan untuk segelintir pihak yang hanya mencari keuntungan pribadi,” pungkasnya.

Kasus ini diharapkan menjadi momentum bagi pemerintah untuk menunjukkan keberpihakannya kepada masyarakat kecil. Selain itu, Rahmad Sukendar mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus mengawal kasus ini agar tidak merugikan nelayan Pulau Cangkir dan masyarakat sekitarnya.

“Jangan biarkan suara rakyat kecil tenggelam oleh kekuatan oligarki. Pemerintah harus segera bertindak sebelum kepercayaan masyarakat semakin hilang,” tutupnya.

(DPN BPI KPNPA RI)

Trending Topic

1 Comment

Leave A Reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Top News

Pemkab Kolaka Perkuat Koperasi Modern untuk Dorong Ekonomi Daerah 2026

KOLAKA, JURNALISWARGA.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kolaka menegaskan komitmennya memperkuat gerakan koperasi sebagai salah satu pilar penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif,...

Bupati Kolaka Dorong Sinergi Eksekutif-Legislatif Percepat Pembangunan 2026

KOLAKA, JURNALISWARGA.ID – Bupati Kolaka H. Amri, S.STP., M.Si. mendorong penguatan sinergi antara Pemerintah Kabupaten Kolaka dan DPRD untuk mempercepat pembangunan daerah serta meningkatkan...

KPK OTT Bupati Lombok Barat, Dugaan Korupsi Proyek Rp17,9 Miliar

JAKARTA, JURNALISWARGA.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan tindak pidana korupsi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, Nusa...

Menteri ATR/BPN Percepat Sertipikasi Tanah MBR, Warga Dapat Kepastian Hukum 2026

JAKARTA, JURNALISWARGA.ID – Pemerintah memperkuat langkah strategis untuk mempercepat sertipikasi tanah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Kebijakan ini diharapkan memberikan kepastian hukum atas kepemilikan...

Mensesneg Tegaskan Komitmen Bangun Ekosistem Kendaraan Listrik Nasional 2026

JAKARTA, JURNALISWARGA.ID – Pemerintah terus memperkuat komitmen untuk membangun ekosistem kendaraan listrik nasional sebagai bagian dari strategi transformasi energi sekaligus mendorong kemandirian industri otomotif...

 

ARTIKEL TERKAIT