Jakarta, Jurnaliswarga.id – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk melakukan efisiensi anggaran di berbagai sektor, termasuk kementerian, lembaga, dan daerah. Dalam pernyataannya, Prabowo menyoroti adanya pihak-pihak yang menentang kebijakannya, yang ia sebut sebagai ‘raja kecil’ dalam birokrasi.
“Saya ingin menghentikan pengeluaran yang mubazir, pengeluaran yang hanya alasan untuk nyolong. Ada yang melawan saya, merasa kebal hukum, merasa sudah menjadi ‘raja kecil’. Saya mau menghemat uang itu untuk rakyat, untuk memberi makan anak-anak rakyat,” ujar Prabowo dalam sebuah pertemuan.
Dalam acara Kongres ke-XVIII Muslimat NU, Prabowo menekankan bahwa anggaran negara harus lebih efisien agar dapat memperbaiki kondisi sekolah-sekolah di Indonesia. Saat ini, anggaran yang tersedia hanya cukup untuk memperbaiki 20.000 sekolah dari total sekitar 330.000 sekolah yang membutuhkan perbaikan.
Selain itu, Prabowo juga menegaskan bahwa perjalanan dinas ke luar negeri akan dikurangi secara signifikan. “Tidak usah ke luar negeri kalau tidak perlu. Yang perlu keluar negeri hanya yang bertugas atas nama negara. Jangan tugas yang dicari-cari untuk jalan-jalan,” katanya.
Menanggapi kritik terkait dirinya yang sering bepergian ke luar negeri, Prabowo menjelaskan bahwa kepergiannya selalu dalam kapasitas sebagai kepala negara dan atas undangan resmi. “Saya diundang oleh negara-negara penting untuk mengamankan kepentingan bangsa,” jelasnya.
Prabowo juga menyindir kebiasaan birokrat yang gemar melakukan seminar, kajian, dan studi banding ke luar negeri dengan dalih ingin belajar pengentasan kemiskinan. “Mau belajar mengentaskan kemiskinan tapi studi bandingnya ke Australia, salah satu dari 10 negara terkaya di dunia. Kok bisa begitu?” ucapnya dengan nada kritik.
Dalam pernyataannya, Prabowo menegaskan bahwa fokus pemerintahannya adalah pengentasan kemiskinan, perbaikan fasilitas publik, dan memastikan anggaran negara digunakan dengan maksimal untuk kepentingan rakyat.(nR)
(Sumber: TikTok @prabowo_president01)
