Jakarta, (Jurnaliswarga.id)15 April 2025 – Dalam rangka memperkuat program Presiden Prabowo Subianto dalam membangun dan meningkatkan peran budaya sebagai fondasi karakter anak bangsa, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Dewan Seniman Nusantara Indonesia (DSNI) menggelar rapat koordinasi pemantapan program strategis yang berlangsung di Kantor Kementerian Kebudayaan lantai 8.
Rapat tersebut dihadiri jajaran pengurus inti DSNI seperti Ketua Umum H. Hendra Jaya, Wakil Ketua Umum Ari Wicaksono, Dewan Pembina Dr. Yuntri, Pakar DSNI Dr. Ismail, serta Sekretaris Jenderal Gandhi. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan para pelaku seni dalam menjawab tantangan pelestarian budaya di era modern.
Visi dan Misi DSNI: Menjembatani Masa Lalu dan Masa Depan Budaya Nusantara

DSNI memiliki visi untuk menjadi wadah pemersatu dan penggerak kebudayaan Nusantara yang berkelanjutan. Misi organisasi ini tidak hanya menitikberatkan pada pelestarian dan promosi seni tradisional serta kontemporer di level nasional dan internasional, tetapi juga mendorong kolaborasi lintas disiplin antar pelaku seni sebagai upaya memperkuat identitas bangsa.
“Tiga pilar utama kami adalah pelestarian warisan budaya, inovasi kreatif, dan pemberdayaan seniman,” ujar H. Hendra Jaya dalam sambutannya.
Tujuan dan Motivasi: Seni Sebagai Instrumen Pembangunan Sosial dan Ekonomi
Keprihatinan terhadap marginalisasi seniman tradisional menjadi pemicu utama berdirinya DSNI. Organisasi ini berkomitmen menciptakan ekosistem seni yang inklusif dan berbasis kearifan lokal. Langkah-langkah nyata seperti program pelatihan, pendanaan karya seni, dan penguatan jaringan komunitas menjadi fokus utama dalam memperjuangkan kesejahteraan para seniman.
Saran dan Kontribusi Strategis untuk Masa Depan Budaya Indonesia

DSNI mengusulkan berbagai program lanjutan, termasuk dokumentasi seni langka, pameran keliling, dan advokasi kebijakan budaya. Rekomendasi konkret lainnya adalah penggunaan teknologi digital dalam arsip virtual, pembentukan pusat inkubasi seni di daerah tertinggal, serta menjalin kemitraan global dengan lembaga seperti UNESCO.
Rapat yang berjalan lancar dan sukses ini menjadi bukti komitmen DSNI sebagai jembatan antara pelaku seni dan pemerintah dalam mewujudkan Indonesia yang kuat secara budaya di tengah arus globalisasi dan disrupsi digital.(nR)








