Menteri ATR/BPN Diminta Bertanggung Jawab atas Sertifikat HGB di Lahan Pagar Bambu PIK 2

Tangerang Selatan, Jurnaliswarga.idKetua Umum Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawasan Anggaran Negara Republik Indonesia (BPI KPNPA RI), Rahmad Sukendar, SH, mendesak Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) untuk bertanggung jawab terkait penerbitan Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) di kawasan yang diduga merupakan area laut yang dipagari bambu di Pantai Indah Kapuk 2 (PIK 2), Kabupaten Tangerang, Banten.

Rahmad menilai, penerbitan sertifikat tersebut mencerminkan potensi penyalahgunaan kewenangan oleh pihak Kementerian ATR/BPN dan pemerintah daerah. “Bagaimana bisa laut dikapling dan disertifikatkan? Ini harus menjadi perhatian serius dan segera ditindaklanjuti. Pihak-pihak terkait, termasuk Kantor Pertanahan Kabupaten Tangerang, harus bertanggung jawab atas hal ini,” tegas Rahmad dalam keterangan pers, Senin (20/1/2025).

Ia juga mendesak aparat kepolisian untuk segera turun tangan menyelidiki dugaan pelanggaran ini. “Banyak pihak yang saling lempar tanggung jawab. Aparat penegak hukum harus bertindak cepat agar masalah ini tidak semakin merugikan masyarakat, khususnya nelayan,” ujarnya.

Baca Juga:  Sat Samapta Dan Polsek Jajaran Bersinergi Giat Operasi Mantab Brata Jelang Pemilu 2024 Yang Aman Dan Kondusif Jaga Kondusifitas

Polemik Pagar Laut dan Dampaknya bagi Nelayan

Masalah ini semakin memanas setelah diketahui adanya pemasangan pagar laut yang terbuat dari bambu di wilayah perairan tersebut. Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Sakti Wahyu Trenggono, menyebut bahwa pihak Kesatuan Masyarakat Nelayan Pantai Utara (Pantura) diduga bertanggung jawab atas pemasangan pagar bambu itu. Namun, kelompok nelayan tersebut belum memenuhi panggilan resmi KKP untuk memberikan klarifikasi.

“Kami sudah beberapa kali memanggil mereka melalui Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), tetapi belum ada yang hadir,” ujar Menteri Sakti di Kabupaten Badung, Bali, Minggu (19/1/2025).

KKP telah meminta bantuan kepolisian untuk menyelidiki kasus ini lebih dalam. “Kami terus berupaya menyelesaikan masalah ini agar tidak menghambat kehidupan nelayan dan kelestarian lingkungan laut di kawasan tersebut,” tambahnya.

Baca Juga:  Terima Delegasi Korea Selatan, Presiden Bahas Peningkatan Kerja Sama Ekonomi 2023

Desakan Penyelesaian dari Berbagai Pihak

Rahmad Sukendar menyoroti bahwa persoalan ini telah menjadi perhatian publik dan membutuhkan langkah tegas dari semua pihak terkait. Ia juga mengkritik pihak-pihak seperti TNI AL dan Bakamla yang dianggap belum optimal dalam menangani masalah ini.

“KKP dan Bakamla seharusnya sudah bergerak cepat menyelesaikan persoalan ini. Jangan sampai masyarakat pesisir menjadi korban atas kelalaian ini,” katanya.

Kasus pagar bambu ini juga mengundang kekhawatiran akan terganggunya aktivitas nelayan di kawasan Pantai Utara. Rahmad meminta aparat penegak hukum dan pemangku kebijakan memastikan penyelesaian yang adil dan transparan.

“Penting bagi semua pihak untuk bekerja sama mencari solusi yang tidak merugikan masyarakat, khususnya nelayan yang mengandalkan kawasan ini untuk penghidupan mereka,” tutup Rahmad.

(DPN BPI KPNPA RI)

Trending Topic

1 Comment

Leave A Reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Top News

Bupati Rudy Dorong Idul Adha Tanpa Sampah Plastik, Publik Apresiasi Langkah Hijau Pemkab Bogor 2026

CIBINONG, JURNALISWARGA.ID – Pemerintah Kabupaten Bogor di bawah kepemimpinan Bupati Bogor Rudy Susmanto terus memperkuat komitmen menjaga lingkungan hidup melalui gerakan pengurangan sampah plastik...

Rudy Susmanto Pastikan 203 Petugas Kawal Kesehatan Hewan Kurban di 1.339 Titik Pemotongan Bogor

CIBINONG, Jurnaliswarga.id – Pemerintah Kabupaten Bogor di bawah arahan Bupati Bogor Rudy Susmanto terus memperkuat pengawasan kesehatan hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha...

Korban Jari Putus Tagih Keadilan, Publik Soroti Lambannya Penanganan Kasus di Bogor 2026

KOTA BOGOR, JURNALISWARGA.ID – Kasus dugaan penganiayaan berat yang menyebabkan seorang perempuan kehilangan ujung jari kelingking di wilayah Tanah Sareal, Kota Bogor, kembali menjadi...

Wamen Nezar Patria Ingatkan Bahaya “Penjajahan Algoritma”, Generasi Muda Diminta Kuasai Teknologi 2026

JAKARTA, JURNALISWARGA.ID – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria mengingatkan generasi muda Indonesia untuk waspada terhadap ancaman baru di era digital berupa “penjajahan...

FPPI Kaltim dan Komnas HAM RI Cek Koordinat Lahan KT CAL, Sengketa dengan PT GAM Memanas 2026

BALIKPAPAN, JURNALISWARGA.ID – Sengketa lahan antara Kelompok Tani Cinta Alam Lestari (KT CAL) dan PT Ganda Alam Makmur (PT GAM) kembali memanas setelah Forum...

 

ARTIKEL TERKAIT