Rahmad Sukendar: Ada Dugaan Kejahatan Terorganisir dalam Perusakan Hutan, Kejagung Harus Bertindak!

BANDAR LAMPUNG, JURNALISWARGA.ID – Ketua Umum Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI), Rahmad Sukendar, secara tegas mendesak Kejaksaan Agung Republik Indonesia, khususnya melalui Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH), untuk segera menindak semua pihak yang diduga terlibat dalam jaringan mafia kehutanan di Provinsi Lampung dan Sumatera Selatan.

Pernyataan tersebut disampaikan Rahmad pada 15 Juni 2025, merespons masifnya kerusakan hutan lindung di Register 43B Krui Utara, Lampung Barat, dan Suaka Margasatwa Gunung Raya di OKU Selatan, Sumatera Selatan.

“Kerusakan yang begitu luas mustahil terjadi tanpa pembiaran atau bahkan keterlibatan oknum aparat. Jika benar, ini merupakan tindak pidana serius sebagaimana diatur dalam UU No. 18 Tahun 2013 tentang P3H,” ujar Rahmad.

Baca Juga:  Ketua Umum BPI KPNPA RI Rahmad Sukendar Ajak Masyarakat Perbanyak Amal di Bulan Ramadhan

Ia mempertanyakan peran Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung, serta mengungkap adanya indikasi pembiaran sistematis oleh oknum KPH Liwa, yang terkesan menutup mata terhadap aktivitas ilegal yang merusak lingkungan secara besar-besaran.

Lebih lanjut, Rahmad menegaskan bahwa kerusakan kawasan hutan ini bukan kejahatan biasa, melainkan aksi kejahatan terorganisir yang melibatkan oknum pejabat publik, birokrat, dan pengusaha. Bahkan, ia menyebut dugaan keterlibatan oknum Wakil Ketua I DPRD Lampung Barat yang harus segera didalami oleh aparat penegak hukum (APH).

“Ini bukan hanya soal pelanggaran administratif. Kita bicara soal mafia kehutanan yang merusak ekosistem dan merugikan negara. Kejagung harus berani bongkar sampai ke akar-akarnya,” tegasnya.

Baca Juga:  Guru Besar IPB Apresiasi Kepemimpinan Mentan Amran, Dorong Kolaborasi dan Keberpihakan Nyata untuk Petani 2026

Tak hanya fokus di Lampung, BPI KPNPA RI juga mendorong penyelidikan diperluas hingga ke OKU Selatan, Sumatera Selatan, terkait dugaan keterlibatan oknum dari KPH Gunung Raya dan BKSDA Sumsel, yang diduga berkolaborasi dengan pihak-pihak tertentu dalam eksploitasi kawasan konservasi.

Rahmad Sukendar berharap Kejaksaan Agung RI segera menindak tegas para aktor utama kejahatan ini, sebagai bentuk ketegasan negara dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Kami tidak ingin Indonesia dikuasai oleh mafia lingkungan. Ini menjadi PR besar bagi Kejagung untuk menunjukkan keberpihakannya kepada hukum dan masa depan lingkungan hidup,” pungkas Rahmad. (Red)

Trending Topic

Leave A Reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Top News

Pemkot Bogor Gelar Edufair 2026, Pelajar Dibuka Akses Kuliah ke Inggris

BOGOR,JURNALISWARGA.ID – Pemerintah Kota Bogor terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui akses pendidikan global. Salah satunya dengan memfasilitasi kegiatan Edufair 2026 bertajuk...

Semangat Kartini Hidupkan “Dialog Mamase”, Pemkab Mamasa Perkuat Partisipasi Publik untuk Pembangunan 2026

MAMASA, JURNALISWARGA.ID – Pemerintah Kabupaten Mamasa menunjukkan komitmen kuat terhadap keterbukaan dan partisipasi masyarakat melalui forum “Dialog Mamase” yang digelar di Rumah Jabatan Bupati,...

DPRD Kota Bogor Sahkan Raperda Rumah Susun, Solusi Hunian Layak di Tengah Keterbatasan Lahan 2026

BOGOR (JURNALISWARGA.ID) – Pemerintah dan legislatif di Kota Bogor terus menunjukkan komitmen dalam menghadirkan solusi konkret bagi kebutuhan masyarakat. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)...

Pemerintah Perkuat Ketahanan Pangan, Mentan Konsolidasikan 170 Bupati dan Gelontorkan Triliunan Anggaran Irigasi

JAKARTA (JURNALISWARGA.ID) – Pemerintah terus menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengkonsolidasikan sekitar 170 bupati dari seluruh...

Kerja Sama Indonesia–Polandia Diperkuat, Pemerintah Fokus Jaga Ketahanan Pangan Nasional 2026

JAKARTA (JURNALISWARGA.ID) – Pemerintah Indonesia terus menunjukkan langkah progresif dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui penguatan kerja sama internasional. Hal ini ditandai dengan pertemuan...

 

ARTIKEL TERKAIT