Rahmad Sukendar Sentil Megawati: “Kenapa Mati-Matian Bela Hasto?”

Jakarta, Jurnaliswarga.id – Keputusan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, untuk melarang kepala daerah dari PDIP mengikuti retret kepemimpinan daerah yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Magelang pada 21-28 Februari 2025, menuai kritik tajam.

Ketua Umum BPI KPNPA RI, Rahmad Sukendar, menyebut langkah Megawati sebagai tindakan emosional yang tidak mencerminkan sikap seorang negarawan. Ia mempertanyakan alasan PDIP menghubungkan kasus hukum Hasto Kristiyanto dengan program pemerintah yang bertujuan memperkuat sinergi pusat dan daerah.

“Masa gara-gara Sekjen PDIP Hasto semua jadi baper? Retret ini adalah upaya pemerintah untuk membangun kesadaran kolektif dan sinergi kepemimpinan pusat serta daerah. Mengaitkan kasus Pak Hasto dengan kegiatan ini adalah bentuk penghambatan pembangunan,” tegas Rahmad, Jumat (21/02/2025).

Baca Juga:  Bupati Bogor Jadikan Sensus Ekonomi Fondasi Pembangunan 2036

Lebih lanjut, Rahmad menyoroti sikap Megawati yang dianggap membela Hasto secara berlebihan.

“Megawati itu tokoh nasional, seharusnya memberi contoh sebagai negarawan. Tapi kenapa justru mati-matian membela Hasto? Sebenarnya ada apa?” sindirnya.

Rahmad juga menegaskan bahwa KPK telah bekerja sesuai aturan dalam menetapkan Hasto sebagai tersangka. Ia mendukung penuh langkah KPK untuk menindak tegas siapa pun yang terlibat korupsi, termasuk dari partai besar seperti PDIP.

“Kami mengapresiasi KPK yang menjalankan tugasnya dengan baik. Hasto harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. PDIP sebagai partai pemenang pemilu seharusnya mendukung KPK, bukan justru menghalangi. Apalagi KPK ini lahir di era Presiden Megawati sendiri,” tambahnya.

Terkait retret kepemimpinan daerah, Rahmad menilai bahwa keputusan Megawati melarang kepala daerah PDIP untuk hadir justru merugikan pembangunan daerah.

Baca Juga:  BPI KPNPA RI Minta Yudian Wahyudi Kepala BPIP DiCopot Dari Jabatan 2024

“Retret ini untuk penguatan kepemimpinan daerah. Kepala dan wakil kepala daerah harus bekerja sama. Kalau masalahnya hanya teknis lokasi, masih banyak tempat lain yang lebih luas dan lebih baik. Jangan sampai kepala daerah jadi korban tarik-ulur politik,” pungkasnya.

Kasus hukum yang menjerat Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, semakin memanaskan dinamika politik nasional. Sementara KPK terus mendalami dugaan suap dan perintangan penyidikan yang melibatkan Hasto, PDIP justru merespons dengan keputusan kontroversial yang memicu kritik keras dari berbagai pihak.

Akankah PDIP tetap mempertahankan sikapnya, atau justru bakal mengoreksi langkahnya di tengah sorotan publik?

(DPN BPI KPNPA RI)

Trending Topic

1 Comment

Leave A Reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Top News

Rilis Publikasi Indeks Pembangunan Manusia Kolaka Utara 2023

KOLAKA UTARA, JURNALISWARGA.ID - Rilis Publikasi Indeks Pembangunan Manusia Kolaka Utara 2023 tercantum sebagai judul berita dalam item RSS yang diterima.Rilis Indeks Pembangunan Manusia Kolaka UtaraRilis Publikasi Indeks Pembangunan Manusia Kolaka Utara 2023 menjadi informasi utama yang tersedia da

Banten Siapkan Elektrifikasi Jalur Kereta Rangkasbitung–Merak

BANTEN, JURNALISWARGA.ID - Elektrifikasi jalur kereta Rangkasbitung–Merak disiapkan di Banten. Gubernur Andra Soni menyebut langkah tersebut sebagai jawaban atas kebutuhan transportasi.Elektrifikasi jalur kereta Rangkasbitung–Merak menjadi fokus persiapan di Banten. Namun, item RSS ini tidak memuat

Selamat Dan Sukses Atas Kenaikan Pangkat Mayor Inf. Irian Yanto, CMH 2026

Bogor, Jurnaliswarga.id – Pimpinan dan seluruh kru media nasional Jurnaliswarga.id menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada Irian Yanto atas kenaikan pangkat dari Kapten menjadi...

750 Zak Pupuk NPK Disalurkan ke 250 Petani Kolaka

KOLAKA, JURNALISWARGA.ID - Kartu Tani Beramal menyalurkan 750 zak pupuk NPK kepada 250 petani di Kolaka. Informasi tersebut tercantum dalam pemberitaan yang dipublikasikan pada Jumat, 2 Oktober 2026.750 Zak Pupuk NPK untuk Petani KolakaBantuan yang disebutkan berupa pupuk NPK dengan jumlah 750 zak.

NPCI Kabupaten Bogor Matangkan Angkat Berat untuk Peparda 2026

CIBINONG, JURNALISWARGA.ID - Angkat berat NPCI Kabupaten Bogor terus mematangkan persiapan untuk menghadapi Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) 2026.Cabang olahraga angkat berat National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Bogor tersebut membidik emas pada Peparda 2026.Persiapan Angkat Ber

 

ARTIKEL TERKAIT